Rabu, 23 September 2015

ASIA TIMUR DALAM KEBANGKITAN ASIA




 
ASIA TIMUR DALAM KEBANGKITAN ASIA

Oslan Amril, S.S., M.Si.
Staf Pengajar Sastra Jepang
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta

Abstrak
Asia Timur adalah bagian Asia terakhir yang terakhir jatuh ketangan imperialis Barat, tetapi juga yang paling duluan membebaskan diri dari imperialisme tersebut. Dalam sejarah Asia Timur terjadi dominasi dari Cina atau dari Jepang di bidang militer dan politik, tetapi sampai awal abad ke 20 selalu ada dominasi Cina dalam bidang kebudayaan. Sekitar tahun 1840 imperialisme Inggris mengalahkan Cina dan pada tahun 1854 imperialisme Amerika memaksa Jepang mengakhiri politik isolasinya. Sejak itu Asia Timur ditentukan oleh pengaruh-pengaruh kekuasaan asing dari barat kedalam posisi sebagai jajahan atau semi jajahan. Tetapi Asia Timur tidak secara  langsung mengalami penjajahan di bawah kolonialisme negara-negara Barat. Bahkan Jepang dalam waktu satu generasi bangkit dan berhasil menyamai Barat serta mencapai kedudukan yang sama dengan barat.
      

I.                    PENDAHULUAN
   Asia timur sering disebut dengan istilah  Timur Jauh, terjemahan dari bahasa Inggris The Far East. Istilah dalam bahasa Inggris , The Far East itu merupakan imbangan terhadap istilah-istilah The Near East dan The Middle East. Pengertian dari The Far East itu tidak selalu dibatasi kepada Asia Timur saja, tetapi juga meliputi bagian-bagian Asia yang terletak lebih jauh ke sebelah timur dari bagian Asia yang terletak dalam lingkungan  “Mediteranean” (Laut Tengah), termasuk ke dalamnya Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur. Bagi Australia, Asia Tenggara dan Asia Timur disadari letaknya sebagai tetangga-tetangga yang dekat, karena itu digunakan istilah “The Near North”.
   Ditinjau dari pihak Asia, penggunaan istilah Timur Jauh tentu tidak Asia Sentris. Selain itu penggunaan istilah itu mengidentifikasikan bahwa Asia Timur pada dewasa ini sudah kehilangan  relevansinya atau kehilangan artinya. Sampai pada permulaan abad ke 20 Asia Timur terletak dipinggiran sebelah Timur Asia yang jauh dari pusat-pusat kekuasaan politik di Eropa Barat. Tetapi dalam abad ke 20, terutama setelah perang Dunia II kekuasaan-kekuasaan politik negara-negara Eropa Barat sudah berkurang pengaruhnya dalam politik dunia, karena perannya telah digantikan oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Dalam pembatasan pengertian dari istilah Asia Timur dimasukan kerajaan Jepang, Republik Korea Selatan, Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara), Republik Rakyat Mongolia, Republik (demokrasi) Cina dan Republik Cina Nasionalis (Taiwan).
   Peradaban-peradaban di Asia yang berkembang sejak abad-abad lampau dibina oleh masyarakat yang agraris, peradaban tersebut berkembang atas dasar kehidupan pertanian yang menyelenggarakan pengairan. Keadaan memaksa untuk mengadakan pengairan teratur dan hal itu hanya dapat dilakukan dalam organisasi  dibawah pimpinan pemerintahan yang mempunyai pusat kekuasaan. Maka tercipta suatu golongan yang mencurahkan perhatian dan pikirannya pada pemerintahan dan  kebudayaan. Mereka menjadi suatu kasta yang memerintah dan hidupnya dijamin oleh petani. Dari hasil kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup berkembanglah perdagangan. Dari kebutuhan ekonomi timbul kekuatan politik dan kebudayaan. Untuk melindungi harta benda dan keamanan daerah pemukiman dari ancaman dari luar disusunlah organisasi pertahanan dan jika perlu diadakan perang. Disamping menjadi kepala negara dan panglima tertinggi juga mempunyai fungsi sakral sebagai pendeta tertinggi. Raja dengan bantuan punggawa, perwira dan pendeta memerintah dan menguasai rakyat. Ia memerintah secara patrimonal, yaitu harus ditaati oleh rakyat sebagai bapak oleh anak-anak dan mempunyai kekuasaan despotis absolut artinya berkuasa mutlak atas hidup dan matinya rakyat.
  Pemerintahan bersifat teokratis, yaitu ia berdaulat sebagai penjelmaan wakil dewa di dunia. Dalam kerajaan teokratis oatrimonial despotis itu raja jadi pusat masyarakat feodal. Golongan feodal terdiri dari golongan atas yang berkuasa dan dijamin kehidupannya dengan hasil kerja rakyat.
      Dalam abad-abad sekitar tahun 500SM menurut Jan Romein terdapat jaman pancaroba atau jaman perkisaran, yang ditunjukan oleh kelahiran beberapa agama dalam tempo beberapa abad. Di India lahir agama Budha, di Cina lahir ajaran confusionisme, di Iran lahir ajaran Zarasthustra yang dianggap sebagai nabi dari agama Parsi ataupun Mazdaisme. Pada waktu itu di Bangsa Yahudi lahir nabi-nabi yang mengajarkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada zaman itu menunjukan adanya kegelisahan dan pergolakan dalam masyarakat.
   Sistem kemasyarakatan di Asia selama berabad-abad bertopang pada sistem agraris yang statis. Struktur masyarakat tetap sehingga Karl Mark memberi sebutan“The Unchangebility of Asan societies”. Jutaan petani di Asia secara turun-temurun memelihara tradisi yang sama sejak berabad-abad lalu sampai abad 20. Penduduk Asia oleh WF Wertheim disebut “Millions of  teeming farmer of forty centuries”. Jumlah mereka berjuta-juta, hidup dengan cara bertani dan berfikir seperti nenek moyang mereka 40 abad lampau. Lingkaran perjalanan hidup tetap dan sekali-kali ada bencana kelaparan di musim kemarau yang panjang atau banjir yang meluap.
   Dalam masyarakat yang statis itu berkuasa despostisme dari raja dan pembantunya yang memeras tenaga rakyat. Tiga aparat negara mempunyai tugas utama, urusan perang(departement of war), urusan keuangan (departement of finance) dan  urusan pekerjaan umum (departement of publik works). Ketiga aparatur itu berfungsi unrtuk memperkuat kedudukan despostisme dengan memperkaya kerajaan. Perang dilakukan untuk merampas harta benda negara tetangga. Pajak dan upeti harus dipungut dari hasil kerja rakyat, pemerintah harus menjamin kelangsungan pekerjaan petani dengan memelihara dan mengawasi supaya sistem pengairan berfungsi dengan baik. Pemerasan tenaga rakyat bila telah melampau batas dapat menimbulkan pemberontakan dari rakyat. Bila pemberontakan berhasil maka dinasti yang memerintah akan dihancurkan dan pemimpin pemberontakn akan mengambil alih kekuasaan dan bila gagal akan melemahkan dinasti itu sehingga musuh dari luar dapat merebut tahta kerajaan. Pemberontakan-pemberontakan itu merupakan puncak dari krisis agraris dan perlawanan rakyat kepada penguasa.
       Terdapat perbedaan yang menyolok dari kehidupan feodal dengan kehidupan rakyat. Raja  dan para bangsawan hidup dalam kemakmuran dengan menikmati hasil kerja rakyat dan memupuk kekayaan berupa emas, perak, batu permata, dsb yang terkumpul di kuli-kuil dan istana raja. Menurut Jan Romein kekayaan raja-raja itu dihamburkan sebagai pemberian hadiah, tetapi karena berlaku “hukum penghasapan” kekayaan tersebut kembali ke istana.     Kekuasaan digunakan dan kakayaan diboroskan juga digunakan untuk mempertinggi peradaban. Dengan bantuan para sarjana dan seniman ilmu pengetahuan dibina dan dimajukan sehingga tercipta  sesuatu yang indah, para pendeta juga menikmati hasil keringat rakyat untuk membangun serta memelihara kuil-kuil yang megah. Sedang rakyat sudah biasa harus menghidupi kehidupan istana, meskipun harus menderiata kelaparan, wabah penyakit. Mereka hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan , kehidupan mereka diperparah dengan kedatangan imperialisme Barat.
   Tetapi pada abad ke 20 seluruh Asia telah bangun. Di “The asiatic crescent” bangsa-bangsa Asia bergolak, mereka bergerak menuntuk penghidupan yang layak. Mereka pada umumnya mempunyai masalah yang sama dalam bidang kemasyarakatan, politik, ekonomi dan kebudayaan. Mereka bekerja keras untuk melakukan pembaharuan dan pembangunan. Dalam hal ini mereka mempunyai kesamaan tekad, yaitu tekad yang dijiwai oleh nasionalisme untuk membangun kehidupan bangsa yang merdeka, meskipun manifestasinya melaui cara-cara yang berbeda.
      
II.                  KEBANGKITAN ASIA TIMUR
   Kebangkitan Asia adalah reaksi dan jawaban terhadap tantangan dari Barat dan dimulai kira-kira tahun 1900 sejak permulaan abad 20 itu terjadi perkembangan baru di masyarakat Asia. Dalam perkembangan itu terjadi proses modernisasi, yang kadang-kadang dipimpin oleh pemerintah, kadang-kadang pula didorong oleh pergerakan rakyat, tetapi sering dilakukan oleh keduanya. Proses modernisasi itu diiringi oleh proses nasionalisasi dengan atau tidak diselubungi semangat keagamaan. Kedua proses itu terjadi karena timbulnya kesadaran pada bangsa-bangsa Asia mengenai dua kenyataan, yaitu a) ketertinggalan dari barat dibidang politik, ekonomi, teknologi dan ilmu pengetahuan. b) keharusan mengejar ketinggalan tersebut.
      Hingga abad ke 16 hubungan antara Asia Timur dengan dunia Barat terutama terjadi melalui jalan darat, walaupun ada yang melalui jalur laut, yaitu Laut Tengah dengan melalui perantara para pedagang Arab, Persia dan India melalui Laut Merah, Teluk Persia, India Selatan dan Asia Tengara. Oleh perdagangan transito antara timur dengan Barat negara-negara perantara di Asia Tengah  dan Asia Barat Daya menjadi makmur. Tetapi hubungan langsung melalui lautan antara Eropa dengan Asia Timur terjadi sejak akhir abad ke 15. Dimulai dengan abad ke 16 dalam masa kira-kira tiga abad di Eropa terjadi perkembangan masyarakat modern. Hingga abad ke 19 hubungan bangsa-bangsa Barat dengan bangsa Asia Timur berlangsung atas dasar toleransi dari pihak Asia Timur itu sendiri. 
   Bangsa-bangsa Asing dari Barat itu harus tunduk kepada syarat-syarat yang diterapkan oleh Asia Timur. Tetapi dalam abad ke-19 ekspansi dari Eropa dan Amerika Serikat menimbulkan perubahan besar dalam hubungan tersebut. Dengan ancaman kekerasan senjata yang lebih unggul Cina dan Jepang dipaksa menerima syarat-syarat yang ditetapkan oleh Barat. Korea harus ikkut dengan sendirinya, karena sudah berabad-abad menjadi satelit dari Cina. Jepang dengan cara yang mengagumkan mengejar ketinggalan dari Barat dibidang ilmu,teknik, militer, ekonimi dan politik. Cina dalam puluhan tahun memegang tradisinya secara konservatif, tetapi di dalam negerinya sedang memuncak krisis soaial, kebudayaan dan politik dan akhirnya pada 10 Oktober 1911 pecah Revolusi Cina dan melahirkan  Republik Demokrat pertama di Asia. 
   Pembangunan Jepang modern di Jaman Meiji (1868-1912) dan meletusnya Revolusi Cina merupakan beberapa tanda dari gejala kebangkitan Asia, yang memproklamirkan permulaan jaman baru di Asia.
      Pada awal abad ke 20 Asia bangun dan bergolak, kemudian menyeret seluruh dunia dalam pergolakan itu. Di dunia barat sendiri sistim kemasyarakatan, ekonomi politik terbelah menjadi dua  oleh Revolusi Bolsjevik di Rusia tahun 1917. Dunia barat di pecah dalam 1) dunia kapitalisme dan 2) dunia sosialisme. Setelah negara Soviet di Rusia mengadakan konsolidasi kekuasaan di dalam negeri, diadakan usaha menyeret seluruh Eropa dan dunia kedalam revolusi proletar, tetapi tidak berhasil. Kemudian sebagian besar dari perhatian Uni Soviet dipindahkan ke Asia Timur  dengan politik non-imperialistis untuk menarik simpati kaum nasionalis Asia.
  Jepang adalah negara Asia pertama yang berhasil mengejar ketinggalannya dari Barat dibidang ilmu pengetahuan, teknik, ekonomi, politik dan militer. Setelah mengadakan moderinisasi dijaman Meiji maka Jepang mencapai sederajat dengan negara-negara Barat.   Tetapi kemudian Jepang terjerumus dalam petualanngan imperialisme dan militerisme. Tahun 1894/1895 berperang dan mengalahkan Cina dan tahun 1905 mengalahkan Rusia. Setelah itu Korea dikuasai. Jepang mencapai supremasi di Asia Timur sejak menduduki Manchuria tahun 1932, menyerang Cina lagi tahun 1937, menggempur Pearl Harbor pada tanggal 8 Desember 1941 dan meluaskan agresinya ke Asia Tenggara. Tetapi pada tanggal 19 Agustus 1945 menyerah tanpa syarat pada Amerika Serikat dan Sekutunya.
   Imperialisme Jepang telah memakan banyak korban bangsa-bangsa Asia Timur dan Asia Tenggara. Imperialisme Jepang merupakan salah satu gejala dari kebangkitan Asia, karena timbul sebagai jawaban terhadap tantangan-tantangan dari imperialisme Barat (Jan Romein, Machten van deze tijd,vierde druk vermeerderd met aegist bestek, Amesterdam-intwerpen 1950, 297).
      Cina dalam revolusinya sejak tahun1911 melalui pergolakan sangat hebat dan dihadapkan antara tradisi-tradisi sendiri, liberalisme dan sosialisme., tapi akhirnya memeluk Marxisme-Leninmisme. Setelah PD II berakhir, posisi komunisme di Asia Timur jadi kuat sekali. Pertentangan ideologi antara komunisme dan kapitalisme memperhebat pergolakan di Asia Timur, yang mengkonfrontasikan nasionalisme terhadap imperialisme dan koonialisme. Tahun 1949 dengan kemenagan komunis diresamikan berdirinya RRT pada tanggal 1 Oktober.     
    Dalam masyarakat dan kebudayaan Cina yang sudah tua selama lebih dari 30 abad itu terjadi perombakan-perombakan : ”The most conservative nation in history has become the most radical, wether in the form of institutions, classics or social and moral norms”. Tetapi perubahan tersebut tidak datang dengan tiba-tiba, melainkan melalui persiapan selama puluhan thaun. Dalam pilihan antara ideologi-ideologi Cina dihadapkan pada dua ideologi  yang berasal dari Barat. Kebangkitan Cina dalam posisi sebagai kekutan terbesar di Asia Timur dengan berdirinya RRC membuatnya juga menjadi agresif untuk menguasi negara-negara tetangganya sehingga bertentangan dengan Uni Soviet.
       Korea mengalami nasib yang malang, dengan berakhirnya penjajahan Jepang sesudah PD II negara ini dibagi dua. Dengan bantuan Uni Soviet, Korea Utara menjadi Republik dominasi rakyat Korea. Korea Selatan dengan bantuan Amerika Serikat menjadi Republik Korea. Dengan adanya kekuasaan komunis di Korea Utara dan perlindungan Amerika di Korea Selatan mengakibatkan memuncaknya persaingan antara dua ideologi sehingga pecah perang Korea (25-6-1950 s/d 27-7-1953). Terhadap ancaman meluasnya komunisme di Asia Timur maka Jepang dan Korea dijadikan palang pintu oleh Amerika Serikat. Oleh karena posisi Korea yang sangat strategis sebagai jembatan antara Jepang dan Cina, maka Bangsa Korea mengalami pertarungan antara komunis dan kapitalisme dibidang ideologi, politik dan militer sehingga mengakibatkan Korea pecah menjadi dua negara.
   Jepang menjadi wilayah pendudukan Amerika Serikat (1945-1953), kekalahan dalam PD II diganti dengan kemenangan dalam perdamaian. Dengan bantuan Amerika perekonomian Jepang yang mengalami kehancuran dimasa perang dipulihkan kembali dan jadi lebih maju. Amerika memerlukan Jepang untuk dijadikan perisai terhadap bahaya komunisme. Tetapi Jepang kemudian melakukan hubungan baik dengan Cina komunis, disamping mengakui adanya Cina Nasionalis Taiwan dan tetap memelihara persahabatan dengan Amerika Serikat.

III.                PENUTUP
        Masyarakat Asia pada akhir abad 19 sampai awal abad 20 masih dalam proses transisi dari keadaan terbelakang ke tahap yang maju dengan melakukan modernisasi. Masyarakat Asia sedang melakukan revolusi sosial yang juga terkenal dengan rumusan “the revolution of the rising demand and rising expctations)” (revolusi dari tuntutan dan harapan yang meningkat). Masalah sosial, ekonomi dan politik harus diselesaikan dengan mengejar ketinggalan dari barat yang harus disertai dengan likuidasi kolonialisme secara sempurna.      Dengan kesadaraan ini bangsa Asia mengadakan pembaharuan masyarakat. Tetapi dalam pembangunan masyarakat baru itu bangsa-bangsa di Asia harus mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihan sendiri, pilihan demokrasi  dan pilihan antara liberalisme dan sosialisme atau menolak kedua ideologi itu dan sistem kapitalisme atau komunisme, tetapi memilih sendiri nilai-nilai yang baik dari semua sistem dan memadukannya dengan nilia-nilai dari warisan kebudayaan sendiri.  
    Jepang yang telah lama berhasil mengejar ketingalan dari Barat juga masih tetap memelihara tradisi kebudayaannya. Negara Asia ini merupakan negara yang paling berhasil melakukan “Westernisasi” dengan meniru ilmu teknologi dari barat, tetapi juga berusaha memilih untuk menentukan jalannya sendiri.

Daftar Pustaka
Beasley. W.G. Japanese Imperialism 1894-1945. Clarendon Press, Oxford. 1985
Chu'u Chai and Winberg Chai, The Changing Society of China, A mentor Book, first printing 1962
Frans H. Michel and George E. Talor, The Far East Indie Modern World, London 1956
Vera Micheles Dean, The Nature of The Non-Western World, Amentor Book 1960
Vogel. Ezra. F. Jepang Jempol. Penerbit Sinar Harapan, Jakarta. 1982
JM. Romein dan Dr. WF Wertheim, Asia Bergolak, Djakarta 1954.

1 komentar:

  1. Bet365 Casino Review and Welcome Bonus - VieCasino
    Check out our in-depth Bet365 casino review, bet365 including bonuses, deposit methods, game selection and available games. ✓ bk8 Claim your welcome rb88 bonus

    BalasHapus