Oslan
Amril, S.S., M.Si.
Staf
Pengajar Sastra Jepang
Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta
Abstrak
Asia Timur adalah bagian Asia terakhir yang
terakhir jatuh ketangan imperialis Barat, tetapi juga yang paling duluan
membebaskan diri dari imperialisme tersebut. Dalam sejarah Asia Timur terjadi
dominasi dari Cina atau dari Jepang di bidang militer dan politik, tetapi
sampai awal abad ke 20 selalu ada dominasi Cina dalam bidang kebudayaan.
Sekitar tahun 1840 imperialisme Inggris mengalahkan Cina dan pada tahun 1854
imperialisme Amerika memaksa Jepang mengakhiri politik isolasinya. Sejak itu
Asia Timur ditentukan oleh pengaruh-pengaruh kekuasaan asing dari barat kedalam
posisi sebagai jajahan atau semi jajahan. Tetapi Asia Timur tidak secara
langsung mengalami penjajahan di bawah kolonialisme negara-negara Barat. Bahkan
Jepang dalam waktu satu generasi bangkit dan berhasil menyamai Barat serta
mencapai kedudukan yang sama dengan barat.
I.
PENDAHULUAN
Asia timur sering disebut
dengan istilah Timur Jauh, terjemahan dari bahasa Inggris The Far East. Istilah dalam
bahasa Inggris , The Far East itu merupakan imbangan terhadap
istilah-istilah The Near East dan The
Middle East. Pengertian dari The
Far East itu tidak selalu
dibatasi kepada Asia Timur saja, tetapi juga meliputi bagian-bagian Asia yang
terletak lebih jauh ke sebelah timur dari bagian Asia yang terletak dalam
lingkungan “Mediteranean” (Laut Tengah), termasuk ke dalamnya
Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur. Bagi Australia, Asia Tenggara dan
Asia Timur disadari letaknya sebagai tetangga-tetangga yang dekat, karena itu
digunakan istilah “The Near
North”.
Ditinjau dari pihak Asia,
penggunaan istilah Timur Jauh tentu tidak Asia Sentris. Selain itu penggunaan
istilah itu mengidentifikasikan bahwa Asia Timur pada dewasa ini sudah
kehilangan relevansinya atau kehilangan artinya. Sampai pada permulaan
abad ke 20 Asia Timur terletak dipinggiran sebelah Timur Asia yang jauh dari
pusat-pusat kekuasaan politik di Eropa Barat. Tetapi dalam abad ke 20, terutama
setelah perang Dunia II kekuasaan-kekuasaan politik negara-negara Eropa Barat
sudah berkurang pengaruhnya dalam politik dunia, karena perannya telah
digantikan oleh Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Dalam pembatasan pengertian
dari istilah Asia Timur dimasukan kerajaan Jepang, Republik Korea Selatan,
Republik Demokrasi Rakyat Korea (Korea Utara), Republik Rakyat Mongolia,
Republik (demokrasi) Cina dan Republik Cina Nasionalis (Taiwan).
Peradaban-peradaban di Asia
yang berkembang sejak abad-abad lampau dibina oleh masyarakat yang agraris,
peradaban tersebut berkembang atas dasar kehidupan pertanian yang
menyelenggarakan pengairan. Keadaan memaksa untuk mengadakan pengairan teratur
dan hal itu hanya dapat dilakukan dalam organisasi dibawah pimpinan
pemerintahan yang mempunyai pusat kekuasaan. Maka tercipta suatu golongan yang
mencurahkan perhatian dan pikirannya pada pemerintahan dan kebudayaan.
Mereka menjadi suatu kasta yang memerintah dan hidupnya dijamin oleh petani.
Dari hasil kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup berkembanglah perdagangan. Dari
kebutuhan ekonomi timbul kekuatan politik dan kebudayaan. Untuk melindungi
harta benda dan keamanan daerah pemukiman dari ancaman dari luar disusunlah
organisasi pertahanan dan jika perlu diadakan perang. Disamping menjadi kepala
negara dan panglima tertinggi juga mempunyai fungsi sakral sebagai pendeta
tertinggi. Raja dengan bantuan punggawa, perwira dan pendeta memerintah dan
menguasai rakyat. Ia memerintah secara patrimonal, yaitu harus ditaati oleh
rakyat sebagai bapak oleh anak-anak dan mempunyai kekuasaan despotis absolut
artinya berkuasa mutlak atas hidup dan matinya rakyat.
Pemerintahan bersifat teokratis, yaitu ia
berdaulat sebagai penjelmaan wakil dewa di dunia. Dalam kerajaan teokratis oatrimonial despotis itu raja jadi pusat
masyarakat feodal. Golongan feodal terdiri dari golongan atas yang berkuasa dan
dijamin kehidupannya dengan hasil kerja rakyat.
Dalam abad-abad sekitar tahun
500SM menurut Jan Romein terdapat jaman pancaroba atau jaman perkisaran, yang
ditunjukan oleh kelahiran beberapa agama dalam tempo beberapa abad. Di India
lahir agama Budha, di Cina lahir ajaran confusionisme, di Iran lahir ajaran
Zarasthustra yang dianggap sebagai nabi dari agama Parsi ataupun Mazdaisme.
Pada waktu itu di Bangsa Yahudi lahir nabi-nabi yang mengajarkan keimanan
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada zaman itu menunjukan adanya kegelisahan dan
pergolakan dalam masyarakat.
Sistem kemasyarakatan di
Asia selama berabad-abad bertopang pada sistem agraris yang statis. Struktur
masyarakat tetap sehingga Karl Mark memberi sebutan“The Unchangebility of
Asan societies”. Jutaan petani di Asia secara turun-temurun memelihara
tradisi yang sama sejak berabad-abad lalu sampai abad 20. Penduduk Asia oleh WF
Wertheim disebut “Millions
of teeming farmer of forty centuries”. Jumlah
mereka berjuta-juta, hidup dengan cara bertani dan berfikir seperti nenek
moyang mereka 40 abad lampau. Lingkaran perjalanan hidup tetap dan sekali-kali
ada bencana kelaparan di musim kemarau yang panjang atau banjir yang meluap.
Dalam masyarakat yang
statis itu berkuasa despostisme dari raja dan pembantunya yang memeras tenaga
rakyat. Tiga aparat negara mempunyai tugas utama, urusan perang(departement
of war), urusan keuangan (departement
of finance) dan urusan
pekerjaan umum (departement of
publik works). Ketiga
aparatur itu berfungsi unrtuk memperkuat kedudukan despostisme dengan
memperkaya kerajaan. Perang dilakukan untuk merampas harta benda negara
tetangga. Pajak dan upeti harus dipungut dari hasil kerja rakyat, pemerintah
harus menjamin kelangsungan pekerjaan petani dengan memelihara dan mengawasi
supaya sistem pengairan berfungsi dengan baik. Pemerasan tenaga rakyat bila
telah melampau batas dapat menimbulkan pemberontakan dari rakyat. Bila
pemberontakan berhasil maka dinasti yang memerintah akan dihancurkan dan
pemimpin pemberontakn akan mengambil alih kekuasaan dan bila gagal akan
melemahkan dinasti itu sehingga musuh dari luar dapat merebut tahta kerajaan.
Pemberontakan-pemberontakan itu merupakan puncak dari krisis agraris dan
perlawanan rakyat kepada penguasa.
Terdapat perbedaan yang
menyolok dari kehidupan feodal dengan kehidupan rakyat. Raja dan para
bangsawan hidup dalam kemakmuran dengan menikmati hasil kerja rakyat dan
memupuk kekayaan berupa emas, perak, batu permata, dsb yang terkumpul di
kuli-kuil dan istana raja. Menurut Jan Romein kekayaan raja-raja itu
dihamburkan sebagai pemberian hadiah, tetapi karena berlaku “hukum penghasapan”
kekayaan tersebut kembali ke istana. Kekuasaan digunakan dan kakayaan
diboroskan juga digunakan untuk mempertinggi peradaban. Dengan bantuan para
sarjana dan seniman ilmu pengetahuan dibina dan dimajukan sehingga
tercipta sesuatu yang indah, para pendeta juga menikmati hasil keringat
rakyat untuk membangun serta memelihara kuil-kuil yang megah. Sedang rakyat
sudah biasa harus menghidupi kehidupan istana, meskipun harus menderiata
kelaparan, wabah penyakit. Mereka hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan , kehidupan
mereka diperparah dengan kedatangan imperialisme Barat.
Tetapi pada abad ke 20
seluruh Asia telah bangun. Di “The
asiatic crescent” bangsa-bangsa
Asia bergolak, mereka bergerak menuntuk penghidupan yang layak. Mereka pada
umumnya mempunyai masalah yang sama dalam bidang kemasyarakatan, politik,
ekonomi dan kebudayaan. Mereka bekerja keras untuk melakukan pembaharuan dan
pembangunan. Dalam hal ini mereka mempunyai kesamaan tekad, yaitu tekad yang
dijiwai oleh nasionalisme untuk membangun kehidupan bangsa yang merdeka,
meskipun manifestasinya melaui cara-cara yang berbeda.
II.
KEBANGKITAN ASIA TIMUR
Kebangkitan Asia adalah
reaksi dan jawaban terhadap tantangan dari Barat dan dimulai kira-kira tahun
1900 sejak permulaan abad 20 itu terjadi perkembangan baru di masyarakat Asia.
Dalam perkembangan itu terjadi proses modernisasi, yang kadang-kadang dipimpin
oleh pemerintah, kadang-kadang pula didorong oleh pergerakan rakyat, tetapi
sering dilakukan oleh keduanya. Proses modernisasi itu diiringi oleh proses nasionalisasi
dengan atau tidak diselubungi semangat keagamaan. Kedua proses itu terjadi
karena timbulnya kesadaran pada bangsa-bangsa Asia mengenai dua kenyataan,
yaitu a) ketertinggalan dari barat dibidang politik, ekonomi, teknologi dan
ilmu pengetahuan. b) keharusan mengejar ketinggalan tersebut.
Hingga abad ke 16 hubungan
antara Asia Timur dengan dunia Barat terutama terjadi melalui jalan darat,
walaupun ada yang melalui jalur laut, yaitu Laut Tengah dengan melalui
perantara para pedagang Arab, Persia dan India melalui Laut Merah, Teluk
Persia, India Selatan dan Asia Tengara. Oleh perdagangan transito antara timur
dengan Barat negara-negara perantara di Asia Tengah dan Asia Barat Daya
menjadi makmur. Tetapi hubungan langsung melalui lautan antara Eropa dengan
Asia Timur terjadi sejak akhir abad ke 15. Dimulai dengan abad ke 16 dalam masa
kira-kira tiga abad di Eropa terjadi perkembangan masyarakat modern. Hingga
abad ke 19 hubungan bangsa-bangsa Barat dengan bangsa Asia Timur berlangsung
atas dasar toleransi dari pihak Asia Timur itu sendiri.
Bangsa-bangsa Asing
dari Barat itu harus tunduk kepada syarat-syarat yang diterapkan oleh Asia
Timur. Tetapi dalam abad ke-19 ekspansi dari Eropa dan Amerika Serikat
menimbulkan perubahan besar dalam hubungan tersebut. Dengan ancaman kekerasan
senjata yang lebih unggul Cina dan Jepang dipaksa menerima syarat-syarat yang
ditetapkan oleh Barat. Korea harus ikkut dengan sendirinya, karena sudah
berabad-abad menjadi satelit dari Cina. Jepang dengan cara yang mengagumkan
mengejar ketinggalan dari Barat dibidang ilmu,teknik, militer, ekonimi dan
politik. Cina dalam puluhan tahun memegang tradisinya secara konservatif,
tetapi di dalam negerinya sedang memuncak krisis soaial, kebudayaan dan politik
dan akhirnya pada 10 Oktober 1911 pecah Revolusi Cina dan melahirkan
Republik Demokrat pertama di Asia.
Pembangunan Jepang modern di Jaman Meiji
(1868-1912) dan meletusnya Revolusi Cina merupakan beberapa tanda dari gejala
kebangkitan Asia, yang memproklamirkan permulaan jaman baru di Asia.
Pada awal abad ke 20 Asia
bangun dan bergolak, kemudian menyeret seluruh dunia dalam pergolakan itu. Di
dunia barat sendiri sistim kemasyarakatan, ekonomi politik terbelah menjadi
dua oleh Revolusi Bolsjevik di Rusia tahun 1917. Dunia barat di pecah
dalam 1) dunia kapitalisme dan 2) dunia sosialisme. Setelah negara Soviet di
Rusia mengadakan konsolidasi kekuasaan di dalam negeri, diadakan usaha menyeret
seluruh Eropa dan dunia kedalam revolusi proletar, tetapi tidak berhasil.
Kemudian sebagian besar dari perhatian Uni Soviet dipindahkan ke Asia
Timur dengan politik non-imperialistis untuk menarik simpati kaum
nasionalis Asia.
Jepang adalah negara Asia
pertama yang berhasil mengejar ketinggalannya dari Barat dibidang ilmu
pengetahuan, teknik, ekonomi, politik dan militer. Setelah mengadakan
moderinisasi dijaman Meiji maka Jepang mencapai sederajat dengan negara-negara
Barat. Tetapi kemudian Jepang terjerumus dalam petualanngan imperialisme dan
militerisme. Tahun 1894/1895 berperang dan mengalahkan Cina dan tahun 1905
mengalahkan Rusia. Setelah itu Korea dikuasai. Jepang mencapai supremasi di
Asia Timur sejak menduduki Manchuria tahun 1932, menyerang Cina lagi tahun
1937, menggempur Pearl Harbor pada tanggal 8 Desember 1941 dan meluaskan agresinya
ke Asia Tenggara. Tetapi pada tanggal 19 Agustus 1945 menyerah tanpa syarat
pada Amerika Serikat dan Sekutunya.
Imperialisme Jepang telah memakan banyak
korban bangsa-bangsa Asia Timur dan Asia Tenggara. Imperialisme Jepang
merupakan salah satu gejala dari kebangkitan Asia, karena timbul sebagai
jawaban terhadap tantangan-tantangan dari imperialisme Barat (Jan Romein,
Machten van deze tijd,vierde druk vermeerderd met aegist bestek,
Amesterdam-intwerpen 1950, 297).
Cina dalam revolusinya sejak
tahun1911 melalui pergolakan sangat hebat dan dihadapkan antara tradisi-tradisi
sendiri, liberalisme dan sosialisme., tapi akhirnya memeluk
Marxisme-Leninmisme. Setelah PD II berakhir, posisi komunisme di Asia Timur
jadi kuat sekali. Pertentangan ideologi antara komunisme dan kapitalisme
memperhebat pergolakan di Asia Timur, yang mengkonfrontasikan nasionalisme
terhadap imperialisme dan koonialisme. Tahun 1949 dengan kemenagan komunis
diresamikan berdirinya RRT pada tanggal 1 Oktober.
Dalam masyarakat dan
kebudayaan Cina yang sudah tua selama lebih dari 30 abad itu terjadi
perombakan-perombakan : ”The most conservative nation in history has become
the most radical, wether in the form of institutions, classics or social and
moral norms”. Tetapi perubahan tersebut tidak datang dengan tiba-tiba,
melainkan melalui persiapan selama puluhan thaun. Dalam pilihan antara
ideologi-ideologi Cina dihadapkan pada dua ideologi yang berasal dari
Barat. Kebangkitan Cina dalam posisi sebagai kekutan terbesar di Asia Timur dengan
berdirinya RRC membuatnya juga menjadi agresif untuk menguasi negara-negara
tetangganya sehingga bertentangan dengan Uni Soviet.
Korea mengalami nasib yang
malang, dengan berakhirnya penjajahan Jepang sesudah PD II negara ini dibagi
dua. Dengan bantuan Uni Soviet, Korea Utara menjadi Republik dominasi rakyat
Korea. Korea Selatan dengan bantuan Amerika Serikat menjadi Republik Korea.
Dengan adanya kekuasaan komunis di Korea Utara dan perlindungan Amerika di
Korea Selatan mengakibatkan memuncaknya persaingan antara dua ideologi sehingga
pecah perang Korea (25-6-1950 s/d 27-7-1953). Terhadap ancaman meluasnya
komunisme di Asia Timur maka Jepang dan Korea dijadikan palang pintu oleh
Amerika Serikat. Oleh karena posisi Korea yang sangat strategis sebagai
jembatan antara Jepang dan Cina, maka Bangsa Korea mengalami pertarungan antara
komunis dan kapitalisme dibidang ideologi, politik dan militer sehingga
mengakibatkan Korea pecah menjadi dua negara.
Jepang menjadi wilayah pendudukan Amerika Serikat
(1945-1953), kekalahan dalam PD II diganti dengan kemenangan dalam perdamaian.
Dengan bantuan Amerika perekonomian Jepang yang mengalami kehancuran dimasa
perang dipulihkan kembali dan jadi lebih maju. Amerika memerlukan Jepang untuk
dijadikan perisai terhadap bahaya komunisme. Tetapi Jepang kemudian melakukan
hubungan baik dengan Cina komunis, disamping mengakui adanya Cina Nasionalis
Taiwan dan tetap memelihara persahabatan dengan Amerika Serikat.
III.
PENUTUP
Masyarakat Asia pada akhir abad 19 sampai awal
abad 20 masih dalam proses transisi dari keadaan terbelakang ke tahap yang maju
dengan melakukan modernisasi. Masyarakat Asia sedang melakukan revolusi sosial
yang juga terkenal dengan rumusan “the
revolution of the rising demand and rising expctations)” (revolusi dari tuntutan dan harapan yang meningkat). Masalah
sosial, ekonomi dan politik harus diselesaikan dengan mengejar ketinggalan dari
barat yang harus disertai dengan likuidasi kolonialisme secara sempurna. Dengan
kesadaraan ini bangsa Asia mengadakan pembaharuan masyarakat. Tetapi dalam
pembangunan masyarakat baru itu bangsa-bangsa di Asia harus mempunyai kebebasan
dalam menentukan pilihan sendiri, pilihan demokrasi dan pilihan antara
liberalisme dan sosialisme atau menolak kedua ideologi itu dan sistem
kapitalisme atau komunisme, tetapi memilih sendiri nilai-nilai yang baik dari
semua sistem dan memadukannya dengan nilia-nilai dari warisan kebudayaan
sendiri.
Jepang yang telah lama berhasil mengejar ketingalan dari Barat juga masih tetap memelihara tradisi kebudayaannya. Negara Asia ini merupakan negara yang paling berhasil melakukan “Westernisasi” dengan meniru ilmu teknologi dari barat, tetapi juga berusaha memilih untuk menentukan jalannya sendiri.
Jepang yang telah lama berhasil mengejar ketingalan dari Barat juga masih tetap memelihara tradisi kebudayaannya. Negara Asia ini merupakan negara yang paling berhasil melakukan “Westernisasi” dengan meniru ilmu teknologi dari barat, tetapi juga berusaha memilih untuk menentukan jalannya sendiri.
Daftar
Pustaka
Beasley. W.G. Japanese Imperialism 1894-1945. Clarendon Press, Oxford. 1985
Chu'u
Chai and Winberg Chai, The Changing Society of China, A mentor Book, first
printing 1962
Frans
H. Michel and George E. Talor, The Far East Indie Modern World,
London 1956
Vera Micheles Dean, The
Nature of The Non-Western World, Amentor Book 1960
Vogel. Ezra. F. Jepang Jempol. Penerbit Sinar Harapan, Jakarta. 1982
JM. Romein dan Dr. WF Wertheim, Asia Bergolak, Djakarta 1954.

Bet365 Casino Review and Welcome Bonus - VieCasino
BalasHapusCheck out our in-depth Bet365 casino review, bet365 including bonuses, deposit methods, game selection and available games. ✓ bk8 Claim your welcome rb88 bonus